Minggu, 02 Oktober 2016

Tenang Sayang

Halo dunia,
Perkenalkan dedek - dedek bayi yang baru saja lahir pagi ini.

Sebagian dari mereka lahir sehat cukup bulan, menangis kencang, bergerak aktif.

Sebagian dari mereka menangis merintih, memiliki tubuh yang tak sempurna dan kurang sehat.

Tapi mereka lahir, dan muncul di dunia ini untuk membuat perubahan. Mereka dirawat untuk hidup dan memberi perubahan dengan segala kelebihan dan bahkan dengan segala kekurangan mereka.

Mereka insyaAllah akan tumbuh besar, dengan cintaNya.

Halo DUNIA,

Mereka tidak akan jadi orang yang terburu-buru.

Mereka akan belajar banyak tanpa terburu-buru.

Mereka akan memahami tanpa terburu-buru.

Karena orang-orang yang merawat mereka akan selalu mengatakan pada mereka,
"Tenang sayang"
Dan mempercayakan semua keputusan pada mereka.
Tanpa terburu-buru.

Pagi

Pagi ini adalah pagi yang bahagia
Pagi besok juga adalah pagi yang bahagia

Walaupun banyak hal menakutkan yang tak terbayangkan yang mungkin akan datang kelak,
Tapi Allah sudah berjanji sama kita
Allah tidak akan membebankan sesuatu melainkan hal itu mampu dilewati oleh kita.
Janji mana yang bisa dipegang selain janji Allah? No No.

Pagi ini dan seterusnya adalah pagi yang menyenangkan.
Kau tau kenapa? Karena kita tau kita bisa, dan karena kita mau menghadapinya..entah suka maupun duka.

Pagi ini dan seterusnya adalah pagi yang indah
Kau tau kenapa?
Karena kita sudah benar-benar tau tujuan hidup kita

Pagi ini dan seterusnya adalah pagi yang menenangkan
Kau tau kenapa?
Karena setelah kita berusaha, kita menyerahkan semua padaNya

Pagi ini dan seterusnya adalah pagi yang bermanfaat, insyaAllah untuk mereka yang selalu bergerak dengan maksud berbagi.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Hujan #2

Mungkin beginilah yang namanya cinta.
Kamu jadi menyukai sesuatu yang disukai oleh seseorang yang kamu cintai. Eaa.

Apalagi jika sesuatu itu membuatmu lebih mengenal Tuhanmu.
Engga rugi kan?

Ada sebuah cerita.
Jadi, dulu aku pernah hidup dalam sebuah ketakutan tentang hujan.

Tentang air yang jatuh dari langit.
Tentang petir yang menggelegar.
Tentang kubangan air dihalaman.
Dan tentang ketidakbebasan melakukan sesuatu karena di luar hujan.

Ketika umurku kira-kira 10 tahun.
Saat itu hujan dan aku menemukan ibuku sedang duduk di teras rumah. Beliau terlihat sedang santai menatap hujan.

"Ibu ngapain disini" tanyaku.
Ibu bilang.. "Sedang lihat hujan. Ibu suka hujan.."

Aku boleh heran kan? karena selain aku tidak suka hujan, ibuku adalah orang yang cukup sibuk dengan kesehariannya.

"Padahal hujan itu menakutkan" kataku.
"Petirnya memang kadang-kadang menakutkan" kata ibu sambil menunjuk rintik hujan di halaman. "Tapi suara rintiknya menenangkan.."
Emm..aku diam.

"Sejak kecil ibu suka hujan..mba ami.. hujan itu rejeki yang Allah turunkan untuk hamba-hambaNya" lanjut ibu.

Mendengarnya, aku cuma mengangguk-angguk saja.
Mencoba menatap rintik hujan yang tak juga menarik perhatianku.
Apa yang menarik dari hujan?

Setelah kuperhatikan kemudian hari, ternyata selain merawat tanaman melihat hujan adalah salah satu hobi ibuku di sela-sela kesibukan beliau. Jika ada kesempatan ibuku akan menyempatkan diri ke teras dan menikmati hujan.

Tahun berganti dan aku belajar geografi, belajar bagaimana hujan dapat terjadi.
Mulai dari panasnya matahari yang menyebabkan air laut menguap. Kemudian menyebabkan awan-awan terisi air. Kemudian angin membawa awan itu ke tempat tertentu. Dan hebatnya lagi..hujan hanya akan turun di tempat-tempat tertentu juga.

Hal itu juga dijelaskan di kitab Al-Quran kita. Dan ternyata tidak cuma satu ayat yang menyebutkan tentang keistimewaan hujan.

Salah satunya ada di surat Yunus ayat 24 :
"Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia itu, adalah seperti air ("hujan") yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman di bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir" (QS. 10:24)

Dari ilmu-ilmu tersebut aku belajar memahami kenapa ibuku suka hujan.
Lambat laun pula aku bisa merasakan sensasi "magis" dari hujan.
Dapat "feel" nya lah kalau lihat hujan. Hehe.

Hujan menunjukkan hal yang spesial. Tentang betapa hanya dengan kehendakNya sajalah, hujan bisa turun di tempat-tempat tertentu. Juga tentang bagaimana Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang dengan segala kesempurnaanNya menurunkan hujan sebagai rejeki bagi hamba-hambaNya

Begitulah, semenjak itu hujan bukan lagi hal yang menakutkan.
Melainkan hal yang menenangkan.
Juga menguatkan.

Ini adalah sekelumit kisah dari masa lalu. Inspirasi dari yang dicinta, Ibu.

Ponorogo, 1 oktober 2016
Setelah hujan sore tadi.

video

Selasa, 28 Juni 2016

Boleh Bertengkar #2

Sudah baca "Boleh Bertengkar #0" dan "Boleh Bertengkar #1" ?
Yang dibawah nanggung kalau ngga di baca. Wkwk.

So...

LoveIsLove yang aku sebut di awal tadi adalah salah satu bentuk ghazwul fikr (perang pemikiran) dimana beberapa otak manusia disuguhi tentang sebuah romantisme penuh hak tentang cinta yang sebenarnya (kalau aku diijinkan berpendapat) maka fenomena ini hanyalah sebuah bentuk nafsu karena tak mengindahkan sebuah ketetapan yang sudah ditetapkan dari awal penciptaan kita, bahwa laki-laki menikah dengan perempuan. Perempuan menikah dengan laki-laki. Untuk memiliki anak yang akan melanjutkan perjuangan mereka.


Sebuah "pemikiran" akan berdampak pada suatu sistem kehidupan dan masa depan manusia, maka dari itu perang pemikiran lebih berbahaya daripada perang dengan senjata. Mulai dari sejarah renaissance "kelahiram kembali" dimana orang mulai trauma dengan agama dan memusuhi agama (pada saat itu agama kristiani yunani melakukan hal-hal yang tidak adil), lalu dari situ muncul ide-ide pemikiran menghasilkan suatu sistem demokratis, kebebasan berpendapat, dsb. Sebuah cuplikan sejarah dari negri antah berantah yang menghasilkan berbagai pemikiran yang kita rasakan sekarang.


Penyudutan terhadap agama islam yang paling simpel di negara kita yang barusan ini, tentang perda syariah mengenai membuka warung di bulan ramadhan (kamu pasti tau cerita bu saeni) wkwk. Jadi mari kita perdalam ilmu kita untuk tau fenomena seperti apa yang ada di depan kita, kapan kita boleh mempermasalahkannya kapan kita boleh diam saja.

Jadi kapan kamu boleh bertengkar?

Wkwk. Sebuah tulisan abstrak dengan beberapa episode yang tiba-tiba bermunculan. Semoga ada yang mengerti. Semoga ngga ada yang marah 😀

Boleh Bertengkar #1

Sudah baca "Boleh Bertengkar #0" ?
Silahkan baca kelanjutannya... 😊

Setelah usut diusut, pertengkaran dalam rumah tangga yang berujung perceraian banyak terjadi karena 1) adanya perselingkuhan 2) perbedaan pemikiran 3) masalah komunikasi 4) masalah ekonomi.

Empat penyebab ini bisa muncul karena dari awal banyak sekali pasangan yang akan menikah tidak tau dengan pasti esensi dari sebuah pernikahan, tujuan dari sebuah pernikahan. Dan itu semua berasal dari sebuah 'ketidaktauan'.

Jika pasangan yang akan menikah ini sudah tau apa yang hak dan wajib kelak sebagai suami atau istri, lalu bagaimana syariah islam dijalankan dalam rumah tangga, maka hal - hal sepele dalam sebuah pertengkaran tidak akan menjadi masalah besar.

Kata beliau "kalau perempuan tau apa kewajiban sebagai istri, menyenangkan suami jika dipandang, dsb. Mendidik anak-anaknya dsb. Maka perceraian engga mungkin terjadi. Karena sama-sama paham prinsip islam. Tapi yang terjadi sekarang adalah pasangan suami istri yang meributkan hal-hal sepele yang akhirnya menjadi besar padahal itu bukan hal prinsipal. Sekali lagi..*bukan karena hal prinsipal* Dan itu sangat disayangkan"

Yap.. Dari situ aku bisa menangkap bahwa kita diperbolehkan bertengkar jika itu menyalahi masalah-masalah prinsipal dalam islam, hal ini engga cuma soal pertengkaran antara suami istri loh ya. Tapi juga jika kamu bertengkar dengan temanmu, atau bertengkar dengan orang tuamu. Masalah-masalah yang bukan prinsipal adalah masalah-masalah yang tak perlu dibesarkan dan dapat dipecahkan. Dan untuk tau bagaimana prinsip islam yang benar itu, kita harus banyak belajar agama lebih dalam.

By the way... Beberapa waktu lalu sebelum ramadhan aku sempat membuka twitter, dan yang sedang trending disana adalah tentang PrayForOrlando dan LoveIsLove. Dan ketika aku membuka hastag itu, ratusan ribu orang dari berbagai belahan dunia dan berbagai ras bersimpati terhadap kejadian-kejadian yang memojokkon dan mengancam keberadaan kaum LGBT. Aku engga akan membahas panjang lebar serangan di orlando ya..karena bagiku pertumpahan darah itu dimana-mana tidak baik. Di orlando tidak manusiawi, apalagi orang-orang gaza yang ngga bersalah..pertumpahan darah disana lebih lebih tidak manusia.

Mereka mengatakan "Love is Love" = Cinta adalah Cinta.. maksudnya yaitu bagi mereka sah-sah saja menyukai dan menikah sesama jenis.  Sah? Karena alasan cinta? Hmm..tapi ini menjadi sebuah pertanyaan besar. Tujuan menikah itu nggak cuma soal cinta dan nafsu bukan? Nggak cuma soal kamu cinta setengah mati sama dia. Lalu berkencan dengannya, lalu melakukan apa yang kamu suka, lalu bisa jadi ketika sampai ke titik "puas" manusia maka yang katanya cinta itu akan hilang, pindah ke orang lain, dan kalau ternyata sebaliknya dan berlanjut ke pernikahan. Hmm sekarang... Apa tujuan sebenarnya laki-laki menikah dengan laki-laki? Perempuan menikah dengan perempuan? Supaya hidup bersama aja dalam suka duka? Bukan se "childish" itu kan?

Lagi lagi, tujuan menikah adalah untuk meneruskan keturunan.
Manusia punya keterbatasan untuk melawan waktu, maka manusia diberikan jaman-jaman sendiri untuk melanjutkan amanah yang diberikan Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi.

Kita manusia berakal yang punya tujuan hidup kan???

Setelah melihat media mengumpulkan banyak simpatisan LGBT terutama dengan hastag Love is Love maka terulang banyak episode di kepalaku tentang konspirasi oleh media, baik dari masa lalu maupun yang sedang hot sekarang ini nih, tentang tuduhan-tuduhan yang bertujuan untuk memusuhi islam.
Next ke part 2 yaa ~~~

Boleh Bertengkar #0

Negara kita masih menghargai kebebasan berpendapat kan? Ngga boleh ada yang marah ya? Simpatisan apapun kamu. Hehe karena aku akan mengungkapkan sebuah pendapat. Hehe now.. ijinkanku tuk menulis postingan berjudul "Boleh bertengkar" yang akan terdiri dari beberapa part. Dimulai dari Part 0 yaa.


Oh iya sebelumnya maaf kalau judul postingannya sedikit ada unsur provokatif. Tapi aku sedang benar-benar ingin sharing tentang diperbolehkannya kita bertengkar. Hal ini aku dapatkan ketika mengikuti salah satu kajian ahad pagi yang penuh khidmat (karena alhamdulillah ketika itu ngga dapet jadwal jaga hati tenang wkwk 😭 ) di salah satu univ di ponorogo.

Bertengkar.

Jadi kita ambil saja nih contoh pertengkaran yang umum terjadi, yaitu di lingkungan rumah tangga. Pertengkaran antara suami dan istri. Walaupun aku belum menikah tapi aku juga bisa dong ngomongin soal pernikahan.  Hehe.


Kita semua tau menikah itu akan menyempurnakan agama kita. Kenapa? Karena tujuan dari menikah adalah meneruskan keturunan. Dimana dari keturunan itu akan lahir anak-anak didikan orang tua yang akan meneruskan perjuangan orang tuanya sebagai khalifah di muka bumi.

Sebuah tujuan agung dalam pernikahan ini tentu tak lepas dari semua rasa di dalamnya. Rasa cinta, bahagia, duka lara. Iya, dalam kenyataannya suami istri tak akan selalu akur, pasti ada banyak sekali pertengkaran dalam rumah tangga yang jika tidak disikapi dengan baik maka akan berakhir dengan perceraian.


Dikutip dari Dream.co.id :
"Angka perceraian di Indonesia lima tahun terakhir terus meningkat," ujar Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kemenag Muharam Marzuki, dikutip dari laman kemenag.go.id, Rabu, 20 Januari 2015.

Sementara dalam persentase berdasarkan data Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung, dalam lima tahun terakhir terjadi kasus Cerai Gugat mencapai 59 persen hingga 80 persen.


Kenaikan presentasi perceraian dari data diatas boleh menjadi sebuah bukti adanya sebuah kesalahan dalam pernikahan. Kenapa? Wkwk. Next part ~~~

Kamis, 12 Mei 2016

Connection

Sudah menjadi suatu ciri khas bahwa manusia adalah makhluk sosial.
Sehingga ketika manusia tidak memenuhi ciri makhluk sosial, setuju nggak kalau ke eksistensiannya sebagai manusia perlu dipertanyakan? Hehe 😀

Tentang makhluk sosial kita pasti sudah belajar bahwasanya manusia membutuhkan orang lain untuk saling berhubungan, membantu bahkan mungkin saling bermusuhan. Hal ini terjadi secara alami karena manusia diciptakan berakal dan memiliki keinginan untuk jadi lebih dan lebih.
Ke pembahasan lain sebentar ya, jadi..dulu aku pernah menonton sebuah video dr zakir naik. Lalu aku jadi paham kenapa manusia dianggap sebagai makhluk yang lebih baik dari makhluk lain.  Itu karena kita ini punya akal untuk berfikir, dan diberi nafsu untuk memiliki keinginan.

Ketika manusia menggunakan akal dan bisa memanage nafsunya,maka dia lebih baik dari malaikat yang tercipta tanpa nafsu, dan ketika ia membiarkan saja nafsunya..maka dia lebih buruk dari hewan. Dan bagiku, ini sangat adil dan berat tanggungjawabnya.

Baiklah, kembali ke sifat manusia sebagai makhluk sosial. Kita punya cara untuk menujukkan sifat makhluk sosial ini.. Boleh nggak hal ini kusebut dengan koneksi? 😀

Yapp menurutku, koneksi selalu menunjukkan sisi manusia kita. Baik itu koneksi kita kepada Pencipta kita, kepada sesama, lalu koneksi kita kepada alam..yang kesemuanya akan dipertanyakan dan dipertanggungjawabkan -kenapa koneksi itu ada.

Koneksi pertama yang harus di sambungkan yaitu koneksi kepada Pencipta kita. Sebagai siapa kita terkoneksi padaNya?
"Dan tidaklah aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" (Adz-Dzariaat : 56)

Dari ayat diatas..menunjukkan bahwa kita diciptakan sebagai hambaNya. Jadi untuk menyambungkan koneksi kita padaNya, kuncinya adalah dengan ibadah.
Thats the point.

apa kabar ibadahku?
ibadahmu?
bagaimana hari-hari ini?
sibuk dengan koneksi dunia?
pekerjaan?
ambisi?
apa hati tidak lelah?
tidak rindu?

Disini sendiri, aku sangat perlu memperbaiki koneksiku denganNya. Semoga koneksi mu baik-baik saja denganNya.
Sebentar lagi ramadhan..
Sebentar lagi bulan syahdu itu datang 😭
Tak ada yang tau apakah kita bisa menemui bulan itu.

Sekarang pun..ada waktu.
Jangan menunggu pagi. 😊