Selasa, 28 Juni 2016

Boleh Bertengkar #2

Sudah baca "Boleh Bertengkar #0" dan "Boleh Bertengkar #1" ?
Yang dibawah nanggung kalau ngga di baca. Wkwk.

So...

LoveIsLove yang aku sebut di awal tadi adalah salah satu bentuk ghazwul fikr (perang pemikiran) dimana beberapa otak manusia disuguhi tentang sebuah romantisme penuh hak tentang cinta yang sebenarnya (kalau aku diijinkan berpendapat) maka fenomena ini hanyalah sebuah bentuk nafsu karena tak mengindahkan sebuah ketetapan yang sudah ditetapkan dari awal penciptaan kita, bahwa laki-laki menikah dengan perempuan. Perempuan menikah dengan laki-laki. Untuk memiliki anak yang akan melanjutkan perjuangan mereka.


Sebuah "pemikiran" akan berdampak pada suatu sistem kehidupan dan masa depan manusia, maka dari itu perang pemikiran lebih berbahaya daripada perang dengan senjata. Mulai dari sejarah renaissance "kelahiram kembali" dimana orang mulai trauma dengan agama dan memusuhi agama (pada saat itu agama kristiani yunani melakukan hal-hal yang tidak adil), lalu dari situ muncul ide-ide pemikiran menghasilkan suatu sistem demokratis, kebebasan berpendapat, dsb. Sebuah cuplikan sejarah dari negri antah berantah yang menghasilkan berbagai pemikiran yang kita rasakan sekarang.


Penyudutan terhadap agama islam yang paling simpel di negara kita yang barusan ini, tentang perda syariah mengenai membuka warung di bulan ramadhan (kamu pasti tau cerita bu saeni) wkwk. Jadi mari kita perdalam ilmu kita untuk tau fenomena seperti apa yang ada di depan kita, kapan kita boleh mempermasalahkannya kapan kita boleh diam saja.

Jadi kapan kamu boleh bertengkar?

Wkwk. Sebuah tulisan abstrak dengan beberapa episode yang tiba-tiba bermunculan. Semoga ada yang mengerti. Semoga ngga ada yang marah 😀

Boleh Bertengkar #1

Sudah baca "Boleh Bertengkar #0" ?
Silahkan baca kelanjutannya... 😊

Setelah usut diusut, pertengkaran dalam rumah tangga yang berujung perceraian banyak terjadi karena 1) adanya perselingkuhan 2) perbedaan pemikiran 3) masalah komunikasi 4) masalah ekonomi.

Empat penyebab ini bisa muncul karena dari awal banyak sekali pasangan yang akan menikah tidak tau dengan pasti esensi dari sebuah pernikahan, tujuan dari sebuah pernikahan. Dan itu semua berasal dari sebuah 'ketidaktauan'.

Jika pasangan yang akan menikah ini sudah tau apa yang hak dan wajib kelak sebagai suami atau istri, lalu bagaimana syariah islam dijalankan dalam rumah tangga, maka hal - hal sepele dalam sebuah pertengkaran tidak akan menjadi masalah besar.

Kata beliau "kalau perempuan tau apa kewajiban sebagai istri, menyenangkan suami jika dipandang, dsb. Mendidik anak-anaknya dsb. Maka perceraian engga mungkin terjadi. Karena sama-sama paham prinsip islam. Tapi yang terjadi sekarang adalah pasangan suami istri yang meributkan hal-hal sepele yang akhirnya menjadi besar padahal itu bukan hal prinsipal. Sekali lagi..*bukan karena hal prinsipal* Dan itu sangat disayangkan"

Yap.. Dari situ aku bisa menangkap bahwa kita diperbolehkan bertengkar jika itu menyalahi masalah-masalah prinsipal dalam islam, hal ini engga cuma soal pertengkaran antara suami istri loh ya. Tapi juga jika kamu bertengkar dengan temanmu, atau bertengkar dengan orang tuamu. Masalah-masalah yang bukan prinsipal adalah masalah-masalah yang tak perlu dibesarkan dan dapat dipecahkan. Dan untuk tau bagaimana prinsip islam yang benar itu, kita harus banyak belajar agama lebih dalam.

By the way... Beberapa waktu lalu sebelum ramadhan aku sempat membuka twitter, dan yang sedang trending disana adalah tentang PrayForOrlando dan LoveIsLove. Dan ketika aku membuka hastag itu, ratusan ribu orang dari berbagai belahan dunia dan berbagai ras bersimpati terhadap kejadian-kejadian yang memojokkon dan mengancam keberadaan kaum LGBT. Aku engga akan membahas panjang lebar serangan di orlando ya..karena bagiku pertumpahan darah itu dimana-mana tidak baik. Di orlando tidak manusiawi, apalagi orang-orang gaza yang ngga bersalah..pertumpahan darah disana lebih lebih tidak manusia.

Mereka mengatakan "Love is Love" = Cinta adalah Cinta.. maksudnya yaitu bagi mereka sah-sah saja menyukai dan menikah sesama jenis.  Sah? Karena alasan cinta? Hmm..tapi ini menjadi sebuah pertanyaan besar. Tujuan menikah itu nggak cuma soal cinta dan nafsu bukan? Nggak cuma soal kamu cinta setengah mati sama dia. Lalu berkencan dengannya, lalu melakukan apa yang kamu suka, lalu bisa jadi ketika sampai ke titik "puas" manusia maka yang katanya cinta itu akan hilang, pindah ke orang lain, dan kalau ternyata sebaliknya dan berlanjut ke pernikahan. Hmm sekarang... Apa tujuan sebenarnya laki-laki menikah dengan laki-laki? Perempuan menikah dengan perempuan? Supaya hidup bersama aja dalam suka duka? Bukan se "childish" itu kan?

Lagi lagi, tujuan menikah adalah untuk meneruskan keturunan.
Manusia punya keterbatasan untuk melawan waktu, maka manusia diberikan jaman-jaman sendiri untuk melanjutkan amanah yang diberikan Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi.

Kita manusia berakal yang punya tujuan hidup kan???

Setelah melihat media mengumpulkan banyak simpatisan LGBT terutama dengan hastag Love is Love maka terulang banyak episode di kepalaku tentang konspirasi oleh media, baik dari masa lalu maupun yang sedang hot sekarang ini nih, tentang tuduhan-tuduhan yang bertujuan untuk memusuhi islam.
Next ke part 2 yaa ~~~

Boleh Bertengkar #0

Negara kita masih menghargai kebebasan berpendapat kan? Ngga boleh ada yang marah ya? Simpatisan apapun kamu. Hehe karena aku akan mengungkapkan sebuah pendapat. Hehe now.. ijinkanku tuk menulis postingan berjudul "Boleh bertengkar" yang akan terdiri dari beberapa part. Dimulai dari Part 0 yaa.


Oh iya sebelumnya maaf kalau judul postingannya sedikit ada unsur provokatif. Tapi aku sedang benar-benar ingin sharing tentang diperbolehkannya kita bertengkar. Hal ini aku dapatkan ketika mengikuti salah satu kajian ahad pagi yang penuh khidmat (karena alhamdulillah ketika itu ngga dapet jadwal jaga hati tenang wkwk 😭 ) di salah satu univ di ponorogo.

Bertengkar.

Jadi kita ambil saja nih contoh pertengkaran yang umum terjadi, yaitu di lingkungan rumah tangga. Pertengkaran antara suami dan istri. Walaupun aku belum menikah tapi aku juga bisa dong ngomongin soal pernikahan.  Hehe.


Kita semua tau menikah itu akan menyempurnakan agama kita. Kenapa? Karena tujuan dari menikah adalah meneruskan keturunan. Dimana dari keturunan itu akan lahir anak-anak didikan orang tua yang akan meneruskan perjuangan orang tuanya sebagai khalifah di muka bumi.

Sebuah tujuan agung dalam pernikahan ini tentu tak lepas dari semua rasa di dalamnya. Rasa cinta, bahagia, duka lara. Iya, dalam kenyataannya suami istri tak akan selalu akur, pasti ada banyak sekali pertengkaran dalam rumah tangga yang jika tidak disikapi dengan baik maka akan berakhir dengan perceraian.


Dikutip dari Dream.co.id :
"Angka perceraian di Indonesia lima tahun terakhir terus meningkat," ujar Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kemenag Muharam Marzuki, dikutip dari laman kemenag.go.id, Rabu, 20 Januari 2015.

Sementara dalam persentase berdasarkan data Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung, dalam lima tahun terakhir terjadi kasus Cerai Gugat mencapai 59 persen hingga 80 persen.


Kenaikan presentasi perceraian dari data diatas boleh menjadi sebuah bukti adanya sebuah kesalahan dalam pernikahan. Kenapa? Wkwk. Next part ~~~

Kamis, 12 Mei 2016

Connection

Sudah menjadi suatu ciri khas bahwa manusia adalah makhluk sosial.
Sehingga ketika manusia tidak memenuhi ciri makhluk sosial, setuju nggak kalau ke eksistensiannya sebagai manusia perlu dipertanyakan? Hehe 😀

Tentang makhluk sosial kita pasti sudah belajar bahwasanya manusia membutuhkan orang lain untuk saling berhubungan, membantu bahkan mungkin saling bermusuhan. Hal ini terjadi secara alami karena manusia diciptakan berakal dan memiliki keinginan untuk jadi lebih dan lebih.
Ke pembahasan lain sebentar ya, jadi..dulu aku pernah menonton sebuah video dr zakir naik. Lalu aku jadi paham kenapa manusia dianggap sebagai makhluk yang lebih baik dari makhluk lain.  Itu karena kita ini punya akal untuk berfikir, dan diberi nafsu untuk memiliki keinginan.

Ketika manusia menggunakan akal dan bisa memanage nafsunya,maka dia lebih baik dari malaikat yang tercipta tanpa nafsu, dan ketika ia membiarkan saja nafsunya..maka dia lebih buruk dari hewan. Dan bagiku, ini sangat adil dan berat tanggungjawabnya.

Baiklah, kembali ke sifat manusia sebagai makhluk sosial. Kita punya cara untuk menujukkan sifat makhluk sosial ini.. Boleh nggak hal ini kusebut dengan koneksi? 😀

Yapp menurutku, koneksi selalu menunjukkan sisi manusia kita. Baik itu koneksi kita kepada Pencipta kita, kepada sesama, lalu koneksi kita kepada alam..yang kesemuanya akan dipertanyakan dan dipertanggungjawabkan -kenapa koneksi itu ada.

Koneksi pertama yang harus di sambungkan yaitu koneksi kepada Pencipta kita. Sebagai siapa kita terkoneksi padaNya?
"Dan tidaklah aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" (Adz-Dzariaat : 56)

Dari ayat diatas..menunjukkan bahwa kita diciptakan sebagai hambaNya. Jadi untuk menyambungkan koneksi kita padaNya, kuncinya adalah dengan ibadah.
Thats the point.

apa kabar ibadahku?
ibadahmu?
bagaimana hari-hari ini?
sibuk dengan koneksi dunia?
pekerjaan?
ambisi?
apa hati tidak lelah?
tidak rindu?

Disini sendiri, aku sangat perlu memperbaiki koneksiku denganNya. Semoga koneksi mu baik-baik saja denganNya.
Sebentar lagi ramadhan..
Sebentar lagi bulan syahdu itu datang 😭
Tak ada yang tau apakah kita bisa menemui bulan itu.

Sekarang pun..ada waktu.
Jangan menunggu pagi. 😊

Jumat, 18 Desember 2015

Naik Tingkat

Bencana atau rejeki itu sama-sama ujian.. rasa cinta juga ujian. Kalau kita bisa melewati itu semua dengan baik dan semestinya, sesuai koridorNya.
Berarti kita naik tingkat.
Sesimpel itu..walau nggak gampang melakukannya.

Semangat untuk semua penduduk bumi yang ingin menaikkan tingkatnya. Ujian yang di depanmu bisa jadi dalam bentuk bencana, atau bisa jadi dalam bentuk rejeki dan bisa jadi dalam bentuk rasa cinta. Syukuri hal itu karena mereka datang agar kita menjadi lebih baik, mungkin kalau tidak ada mereka kita akan tetap jadi kita yang ini-ini aja.  Lagi - lagi.. yang baik adalah melakukannya sebisa kita..dari hati tanpa ada pemaksaan. Selamat menjadi lebih baik.

Jumat berkah ;)
======================================
[21:35]

Kamis, 17 Desember 2015

Perempuan Baik #2

Lagi-lagi kalau bukan karena Allah Yang Maha Pengasih.. aku mungkin akan terus lupa. Hidup itu pilihan kan? Dan ketika Allah menunjukkan kasih sayangNya..kita perlu bijak untuk memilih langkah yang terbaik.

Aku kembali.. dengan jawaban dari beliau yang kuanggap memiliki ilmu yang mumpuni. Seorang mbak yang pernah bertemu di PII yang sekarang sedang mendalami ilmu agama lebih dari orang lain yang kukenal.

Ketika aku bertanya bagaimana cara menjadi perempuan baik.. beliau berkata :
"Islam telah mengistimewakan wanita di atas fitrohnya.. Dengan senantiasa belajar ilmu din muslimah akan tau hak dan kewajiban nya.. Pertama yg mesti dilakukan adalah tholabul ilmi syar'i.."

"Juga berusaha utk memiliki teman yg sholihah yg bisa saling menasihati dlm kebaikan..."

Sedetik..dua detik..tiga detik.. tentu kamu sedang mencerna jawabannya kan? Sederhana ! namun jawaban ini adalah yang terbaik. Nggak usah muluk-muluk berbicara tentang teknis ya....?

Pada akhirnya..jika kita mendalami ilmu, meyakininya, dan mengamalkannya sebagai suatu kebiasaan, maka hati kita akan sangat mungkin bisa seteguh hati Siti Mashithoh dan Maryam. Dengan memperdalam ilmu din..kita jadi tau apa hak kita..dan apa kewajiban kita.

Dan juga berteman dengan sholihah yang menjaga kita, saling menasehati dalam kebaikan, serta saling mengingatkan. Mereka juga akan membuat hati kita lebih teguh.

Lalu..tentang menjadi istimewa di hadapan Allah. Aku ingat seseorang pernah bertanya padaku. "Apa amalan selain amalan wajib yang sering kamu lakukan?" Semisal.. seorang fulan setiap hari selalu mengerjakan sholat dhuha tanpa absen. Maka Allah akan mengenali Fulan sebagai seorang yang suka mengerjakan shalat dhuha. Atau mungkin.. semisal seorang fulan rutin shalat sunnah sebelum subuh. Maka Allah akan mengenali fulan sebagai seorang yang rutin mengerjakan shalat Fajr.

Menjadi istimewa, pada akhirnya yaitu tentang keistiqomahan mengamalkan ilmu.

Jangan menunggu pagi.
Karena manusia selalu punya awal dan harus punya akhir.. semua orang ingin akhir yang baik. Entah melewati taman indah terlebih dahulu atau jerami penuh duri. Kebenaran itu mahal harganya.

Emm.. nggak ada maksud menggurui. Aku hanya suka menulis awal - klimaks - dan akhir pencarianku. Ketika suatu saat aku lupa.. tulisan ini akan mengingatkanku kembali. iya kan..mungkin bisa mencegah terjadinya "deteriosasi"... #Eh

Selamat malam menjelang pagi.

Perempuan Baik #1

Hari ini seharusnya aku bahagia.. tapi sepotong hatiku yang lain merasa menyesal, takut, bersalah.

Ya..hari ini adalah salah satu hari dimana Allah mengingatkanku kembali. Tentang betapa mudah lupanya manusia.

Ini tentang menjadi perempuan baik. Tentang Maryam, Khodijah, Fatimah, Aisyah, Siti Mashitoh dan sederet perempuan-perempuan teguh, sederet role mode yang pernah exist di dunia ini, tapi entah kenapa- manusia ini masih lupa.
Aku merasakannya sendiri. Jadi perempuan itu nggak mudah, apalagi jadi perempuan baik. Aku sedang bertanya-tanya, tentang bagaimana Siti Mashitoh teguh menjaga imannya. Tentang bagaimana Maryam teguh menjaga "Izzah"nya. Tentang bagaimana Khodijah dan Aisyah yang teguh menjadi ibu peradaban. Tentang bagaimana Fatimah menjaga hatinya.
Aku sedang bertanya-tanya bagaimana perempuan hebat tetap teguh pada apa yang diyakininya dan menjadi istimewa di hadapan Allah.

Baiklah.. aku tau mengeluh karena menjadi perempuan baik itu susah.. bukanlah hal yg bijak. Sama sekali bukan hal bijak.
Tapi bagaimana..bagaimana kita bisa menjadi perempuan yang baik?
Bagaimana kita bisa menjadi se istimewa Maryam. Dimana cerita beliau dijadikan satu surah sendiri di dalam Al-Quran karena teguh menjaga kesuciannya?

Agar hati ini yang sudah tau tak menjadi lupa, tak menjadi dzalim, tak menjadi kufur.

Dan maafkan aku..aku sedang dalam tahap "menyadarkan diri" kawan. Aku juga sedang lupa dan baru saja menghempaskan kaki ku ke jurang terdalam. Melihat dari jurang itu.. dan mencari jawaban. Aku belum menemukannya. Aku akan mencarinya dan kembali ketika aku mendapatkan jawabannya. InsyaAllah. Walau sedikit. Tunggu.