Jumat, 18 Desember 2015

Naik Tingkat

Bencana atau rejeki itu sama-sama ujian.. rasa cinta juga ujian. Kalau kita bisa melewati itu semua dengan baik dan semestinya, sesuai koridorNya.
Berarti kita naik tingkat.
Sesimpel itu..walau nggak gampang melakukannya.

Semangat untuk semua penduduk bumi yang ingin menaikkan tingkatnya. Ujian yang di depanmu bisa jadi dalam bentuk bencana, atau bisa jadi dalam bentuk rejeki dan bisa jadi dalam bentuk rasa cinta. Syukuri hal itu karena mereka datang agar kita menjadi lebih baik, mungkin kalau tidak ada mereka kita akan tetap jadi kita yang ini-ini aja.  Lagi - lagi.. yang baik adalah melakukannya sebisa kita..dari hati tanpa ada pemaksaan. Selamat menjadi lebih baik.

Jumat berkah ;)
======================================
[21:35]

Kamis, 17 Desember 2015

Perempuan Baik #2

Lagi-lagi kalau bukan karena Allah Yang Maha Pengasih.. aku mungkin akan terus lupa. Hidup itu pilihan kan? Dan ketika Allah menunjukkan kasih sayangNya..kita perlu bijak untuk memilih langkah yang terbaik.

Aku kembali.. dengan jawaban dari beliau yang kuanggap memiliki ilmu yang mumpuni. Seorang mbak yang pernah bertemu di PII yang sekarang sedang mendalami ilmu agama lebih dari orang lain yang kukenal.

Ketika aku bertanya bagaimana cara menjadi perempuan baik.. beliau berkata :
"Islam telah mengistimewakan wanita di atas fitrohnya.. Dengan senantiasa belajar ilmu din muslimah akan tau hak dan kewajiban nya.. Pertama yg mesti dilakukan adalah tholabul ilmi syar'i.."

"Juga berusaha utk memiliki teman yg sholihah yg bisa saling menasihati dlm kebaikan..."

Sedetik..dua detik..tiga detik.. tentu kamu sedang mencerna jawabannya kan? Sederhana namun jawaban ini adalah yang terbaik. Nggak usah muluk-muluk berbicara tentang teknis ya....?

Pada akhirnya..jika kita mendalami ilmu, meyakininya, mengamalkannya sebagai suatu kebiasaan maka hati kita mungkin bisa seteguh Siti Mashithoh ataupun Maryam. Teguh.. karena dengan memperdalam ilmu din..kita jadi tau apa hak kita..dan apa kewajiban kita.

Dan juga berteman dengan sholihah yang menjaga kita dengan saling menasehati dalam kebaikan adalah pagar kesayangan.

Dan..tentang menjadi istimewa di hadapan Allah. Aku ingat.. seseorang pernah bertanya padaku. "Apa amalan selain amalan wajib yang sering kamu lakukan?" Semisal.. seorang fulan setiap hari selalu mengerjakan sholat dhuha tanpa absen. Maka Allah akan mengenali Fulan sebagai seorang yang suka mengerjakan shalat dhuha. Atau mungkin.. semisal seorang fulan rutin shalat sunnah sebelum subuh. Allah akan mengenali fulan sebagai seorang yang rutin mengerjakan shalat Fajr.

Menjadi istimewa, pada akhirnya.. yaitu tentang keistiqomahan mengamalkan ilmu.

Jangan menunggu pagi.
Karena manusia selalu punya awal dan harus punya akhir.. semua orang ingin akhir yang baik. Entah melewati taman indah terlebih dahulu atau jerami penuh duri. Karena kebenaran itu mahal harganya.

Emm.. nggak ada maksud menggurui. Aku hanya suka menulis awal - klimaks - dan akhir pencarianku. Ketika suatu saat aku lupa.. tulisan ini akan mengingatkanku kembali. iya kan..mungkin bisa mencegah terjadinya "deteriosasi"... #Eh

Selamat malam menjelang pagi.

Perempuan Baik #1

Hari ini seharusnya aku bahagia.. tapi sepotong hatiku yang lain merasa menyesal, takut, bersalah.

Ya..hari ini adalah salah satu hari dimana Allah mengingatkanku kembali. Tentang betapa mudah lupanya manusia.

Ini tentang menjadi perempuan baik. Tentang Maryam, Khodijah, Fatimah, Aisyah, Siti Mashitoh dan sederet perempuan-perempuan teguh, sederet role mode yang pernah exist di dunia ini, tapi entah kenapa- manusia ini masih lupa.
Aku merasakannya sendiri. Jadi perempuan itu nggak mudah, apalagi jadi perempuan baik. Aku sedang bertanya-tanya, tentang bagaimana Siti Mashitoh teguh menjaga imannya. Tentang bagaimana Maryam teguh menjaga "Izzah"nya. Tentang bagaimana Khodijah dan Aisyah yang teguh menjadi ibu peradaban. Tentang bagaimana Fatimah menjaga hatinya.
Aku sedang bertanya-tanya bagaimana perempuan hebat tetap teguh pada apa yang diyakininya dan menjadi istimewa di hadapan Allah.

Baiklah.. aku tau mengeluh karena menjadi perempuan baik itu susah.. bukanlah hal yg bijak. Sama sekali bukan hal bijak.
Tapi bagaimana..bagaimana kita bisa menjadi perempuan yang baik?
Bagaimana kita bisa menjadi se istimewa Maryam. Dimana cerita beliau dijadikan satu surah sendiri di dalam Al-Quran karena teguh menjaga kesuciannya?

Agar hati ini yang sudah tau tak menjadi lupa, tak menjadi dzalim, tak menjadi kufur.

Dan maafkan aku..aku sedang dalam tahap "menyadarkan diri" kawan. Aku juga sedang lupa dan baru saja menghempaskan kaki ku ke jurang terdalam. Melihat dari jurang itu.. dan mencari jawaban. Aku belum menemukannya. Aku akan mencarinya dan kembali ketika aku mendapatkan jawabannya. InsyaAllah. Walau sedikit. Tunggu.

Jumat, 09 Oktober 2015

Pagi

Mengawali semuanya dengan niat baik.
Bahwa pagi ini kita melangkahkan kaki untuk tujuan yang baik.
Semoga hal-hal baik yang akan datang
Dan kamu perlu berusaha..
Ya, kamu perlu mempertaruhkan banyak hal terlebih dahulu,sebelum kamu mendapatkan trophy yang kamu inginkan.
Berusaha dan pantang menyerah itu kuncinya kan?
Jadi, walaupun progesifitas kebaikanmu berjalan sangat lambat, suatu saat kamu tetap akan menuai hasilnya.
Hargailah dirimu yang menjadi lebih baik sedikit demi sedikit.
Semoga hati mu tetap di kuatkan.
Bismillahirrahmanirrahim
(Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
Yuk, senyum !

Kamis, 16 Juli 2015

Ramadhan kali ini #2

Hey there !!!
Time flies so fast, ngga kerasa umur udah nambah, udah wisuda, udah koas lima bulan aja.. (T.T) *banyakkah waktu yang tersia? Banyakkah waktu yang tersisa? Oh ibu, anakmu ini seharusnya udah tambah dewasa.,

***

Sekarang ramadhan udah meninggalkan kita., bulan yang penuh ampunan pahala dan berkah itu kawan, semoga Allah SWT memberi kita kesempatan lagi untuk bertemu dengan bulan ramadhan tahun depan aamiin.

Jadi bagaimana ramadhanmu kali iini?
kalau aku.. masih seperti ini saja. Mencoba meninggalkan hal-hal tak berguna yang kusukai. Mencoba menyiram lagi jiwa-jiwa yang kering. Ah, dunia itu ternyata fana, aku terlenakan oleh kesibukan dunia dan menjadi lupa darimana kita berasal, lupa bahwa tujuan kita adalah kembali ke tempat awal.

Ramadhanku kali ini tentang belajar melepaskan..ya, melepaskan.

Selamat hari raya idul fitri 1436 !!! Maaf jika mulut, hati dan perbuatanku pernah menyakitimu.
"Taqabbalallahuminna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum Kullu aam wa antum bikhair" (Semoga Allah menerima dr kami & darimu, puasaku dan puasamu, dan semoga kebaikan menyertaimu sepanjang tahun)...

***

Salam untuk rindu tak berujung.