Jumat, 15 Juni 2012

Ruang Tak Terukur

Siang. Saat matahari terik menyengat kulitku
Saat itu aku selalu merasa bahwa bumi tempatku berpijak adalah milikku
aku bebas berlari-berhenti-diam-berlari kemanapun tanpa rasa takut
Tapi malam, saat langit sudah gelap dan kulihat bintang-bintang disna
aku mulai membayangkan banyak galaksi seperti yang para ahli gambarkan
membayangkan bumi hanya sebagai bola,
beredar di antara venus dan mars
bersama-sama mengitari matahari.
semakin jauh memandang, semakin kecil bola itu,
lalu menjadi titik kecil yang bersinar,
semakin jauh diantara kegelapan,
dan sinar itu semakin menghilang bersama ratusan bintang redup lainnya
yah.. hilang di tengah ruang gelap tak terukur yang disebut alam semesta,
bisa membayangkan sinar bumi itu menghilang,
dan akhirnya tidak menemukan diriku di bagian manapun di ruang tak terukur itu
bagian mana dariku yang perlu di sombongkan?
saat spt itu, manusia ini br sadar, kecil dan tak berdaya.



"Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari" Q.S. Faathir [13]